Thursday, April 25, 2013

cerpen



Candle Light Dinner
By : EL's 
   “Sa, pleaseee…. Jangan putusin gue. Gue masih sayang sama lo Sa…,” mohon Candra.
   Aku diam.
   “Kesa….” Candra mengelus rambutku.
   “Tapi….”
   Candra buru – buru memotong kata – kataku. “Sa, gue tuh masih sayang sama lo,” Candra mencoba meyakinkanku. Dia lalu mencium keningku. “Kamu mau kan maafin aku?” tanyanya penuh harap.
   Aku pun akhirnya mengangguk dengan terpaksa. Sangat terpaksa.
   Jujur sebenernya aku tuh udah bosen sama Candra. Sifatnya kadang childish banget. Males banget kan punya cowok kayak gitu. Dan kita tuh nggak nyambung. Nggak ada kecocokan di antara kita.
#   #   #
   Sehari setelah peristiwa itu kita ngejalanin hari – hari seperti biasannya. Kita kayak nganggap peristiwa malam itu nggak pernah terjadi.
   Hari ini aku sama Candra rencananya mau hangout.
   Setelah lelah muter – muter kita lalu duduk di jalanan sekitar Taman Kota yang suasananya lumayan nyaman. Tempatnya rindang dan not bad deh.
Di situ kita curhat – curhatan dan saling cerita tentang apa aja. Hari ini aku seneng banget. Semuanya karena Candra.
#   #   #



   “Sa, aku pengen ngomong something.”
   “Ngomong apaan sih?” tanyaku keki, aku baru aja bangun dari tidur siang.
   Dengan mata masih keliatan ngantuk aku akhirnya menemui Candra dengan setengah hati. Tadi bunda membangunkan tidur siangku dengan paksa dan tiba – tiba aja aku di suruh nemuin Candra yang udah duduk manis di sofa ruang tamu.
   “Sa, jalan yuk. Aku pengen ngomong sama kamu.”
   “Ngomong ya ngomong aja. Emang dari tadi kamu nggak ngomong?”
   “Bukan gitu Sa maksudnya. Aku mau kita ngobrol di luar. Lagian ini kan malam minggu,” rayunya.
   “Iya…iya. Bawel lo!” tukaskusaat ngeliat Candra udah mau ngomong lagi.
#   #   #
   45 menit udah berlalu, sekarang aku sama Candra sedang ada di sebuah Café yang romantiiiis banget. Cahaya di café tersebut nggak begitu terang. Di meja terdapat beberapa lilin. Semacam Candle light dinner gitu deh. Cewek mana coba yang nggak seneng diajakin cowoknya candle light dinner??
   Sebelum memulai bicara, Candra memegang tanganku dan menggenggamnya.
   “Kesa, maafin aku ya?”
   Maaf?? Aku bingung deh. Kata maaf bagiku untuk saat ini kayaknya nggak tepat. Aku malah lagi berbunga – bunga karena malam minggu ini di ajak candle light dinner.
   Ini adalah candle light dinner ke-2 buat aku sama Candra. Candle light dinner pertama waktu dia nembak aku, sebulan yang lalu.
   Yups! Usia pacaran kita udah sebulan. Kalau mau jujur sebenarnya dalam sebulan itu masa – masa pacaran kita di warnai dengan kata ‘putus – nyambung’. Dan tak jarang juga setelah aku gucapin kata putus, beberapa jam sesudahnya Candra memohon – mohon ngajak balik.
   Karena aku kasihan sama dia dan kayaknya Candra emang masih sayang sama aku, aku pun nerima dia balik. Perbedaan pendapat sering menjadi penyebab konflik di antara kita.
   “Sa, kayaknya aku nggak bisa ngelanjutin hubungan kita.”
   Aku mendongakkan keplaku yang sedari tadi menunduk. Aku bengong. Aku bingung.
   “Sa, kita……” Candra keliatan bingung buat merangkai kata – kata.
   Aku buru – buru menarik tanganku dari genggaman tangan Candra. Aku udah tahu maksud dari kata – katanya.
   Air mataku meleleh satu persatu sebelum kemudian mengalir dengan derasnya.
   Candra menghapus air mataku dengan ibu jarinya, tapi aku dengan cepat menepis tangannya.
   “Sa…”
   “Aku pengen pulang,” kataku di sela isak tangis. Suaraku terdengar parau.
#   #   #
   Dalam perjalanan pulang di mobil kita saling diam. Yang terdengar hanya isak tangisku yang makin lama makin keras.
   Aku nggak nyangka Candra tega sama aku. Belum ada seminggu dia merengek – rengek minta balik. Tapi, malam ini… aku telah menangis di buatnya.
   Yang lebih menyedihkan, Candra mutusin aku saat kita Candle light dinner. Aku baru ngerti, ternyata candle light dinner nggak melulu romantis dan nggak seromantis apa yang di bayangkan orang kebanyakan.
   Aarrgghh!!!!
   Aku pengen teriak! Aku pengen marah!
   Begitu mobil Candra berhenti di depan rumahku, aku segera turun dan membanting pintu mobil kemudian berlari masuk kamar.

No comments:

Post a Comment