Thursday, April 25, 2013

Manfaat Memakai Jilbab

Manfaat Memakai Jilbab
  
    Jilbab adalah barang wajib yang harus dikenakan oleh seorang wanita muslimah . Dengan mengenakan jilbab seorang wanita akan terlihat cantik dan anggun serta terlihat sopan. menurut beberapa penelitian banyak manfaat yang didapat dari mengenakan jilbab , diantaranya :



1. Terlindung dari sinar matahari
Jilbab melindungi kulit kita dari sinar matahari langsung. Apalagi saat ini,matahari yang mengenai kulit langsung dapat membuat kulit terbakar dan menimbulkan flek-flek hitam di wajah .
2. Rambut lebih sehat
Rambut kita terlindung dari debu, sinar UV dan polusi, sehingga batang rambut lebih terjaga kesehatan dan kebersihannya. Interaksi rambut langsung dengan dunia luar bisa membuat warna dan kemilau rambut jadi kusam. Walau rambut cukup terlindungi dengan menggunakan hijab, tetap diimbangi dengan perawatan ya benar.
3. Lebih tahan terhadap penyakit
Kebiasaan menggunakan hijab akan menjadikan kita pribadi yang lebih telaten dan senantiasa menjaga kebersihan. Hal ini secara tidak langsung menjaga imunitas tubuh kita. Karena kebiasaan kita menjaga kebersihan dan tubuh yang terlindung dari kontak fisik secara langsung, membuat kita jauh dari virus-virus penyakit.
4. Lebih tenang
Menggunakan hijab tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan kecantikan tubuh, tapi juga pikiran. Hal ini karena adanya pengaruh antara tindakan nyata dengan pola pikir pengguna jilbab. Sebagaimana jilbab merupakan pakaian yang diwajibkan dalam spiritual Islam, maka pakaian ini bisa menenangkan batin dan membahagiakan penggunanya.
Nah, itulah beberapa manfaat dalam menggunakan hijab. Tidak hanya membuat cantik dan sehat, tapi juga membuat hidup lebih bahagia.
  
5. Membuat kita lebih mahal
Dengan mengenakan jilbab kita akan lebih dihargai orang lain, lelaki yang akan mendekati kitapun sungkan jika dia tidak beerperilaku baik terhada kita. Jilbab juga menjadi sebuah identitas wanita muslim.

Nah, itu tadi beberapa keuntungan yang kita dapat dari menggunakan jilbab, so, jangan pernah ragu untuk menutup auratmu. Untuk yang sudah memakai, tetap pertahankan :). Semoga ALLAH SWT selalu memberi ridhaNya. Aminnn...

cerpen



Candle Light Dinner
By : EL's 
   “Sa, pleaseee…. Jangan putusin gue. Gue masih sayang sama lo Sa…,” mohon Candra.
   Aku diam.
   “Kesa….” Candra mengelus rambutku.
   “Tapi….”
   Candra buru – buru memotong kata – kataku. “Sa, gue tuh masih sayang sama lo,” Candra mencoba meyakinkanku. Dia lalu mencium keningku. “Kamu mau kan maafin aku?” tanyanya penuh harap.
   Aku pun akhirnya mengangguk dengan terpaksa. Sangat terpaksa.
   Jujur sebenernya aku tuh udah bosen sama Candra. Sifatnya kadang childish banget. Males banget kan punya cowok kayak gitu. Dan kita tuh nggak nyambung. Nggak ada kecocokan di antara kita.
#   #   #
   Sehari setelah peristiwa itu kita ngejalanin hari – hari seperti biasannya. Kita kayak nganggap peristiwa malam itu nggak pernah terjadi.
   Hari ini aku sama Candra rencananya mau hangout.
   Setelah lelah muter – muter kita lalu duduk di jalanan sekitar Taman Kota yang suasananya lumayan nyaman. Tempatnya rindang dan not bad deh.
Di situ kita curhat – curhatan dan saling cerita tentang apa aja. Hari ini aku seneng banget. Semuanya karena Candra.
#   #   #



   “Sa, aku pengen ngomong something.”
   “Ngomong apaan sih?” tanyaku keki, aku baru aja bangun dari tidur siang.
   Dengan mata masih keliatan ngantuk aku akhirnya menemui Candra dengan setengah hati. Tadi bunda membangunkan tidur siangku dengan paksa dan tiba – tiba aja aku di suruh nemuin Candra yang udah duduk manis di sofa ruang tamu.
   “Sa, jalan yuk. Aku pengen ngomong sama kamu.”
   “Ngomong ya ngomong aja. Emang dari tadi kamu nggak ngomong?”
   “Bukan gitu Sa maksudnya. Aku mau kita ngobrol di luar. Lagian ini kan malam minggu,” rayunya.
   “Iya…iya. Bawel lo!” tukaskusaat ngeliat Candra udah mau ngomong lagi.
#   #   #
   45 menit udah berlalu, sekarang aku sama Candra sedang ada di sebuah Café yang romantiiiis banget. Cahaya di café tersebut nggak begitu terang. Di meja terdapat beberapa lilin. Semacam Candle light dinner gitu deh. Cewek mana coba yang nggak seneng diajakin cowoknya candle light dinner??
   Sebelum memulai bicara, Candra memegang tanganku dan menggenggamnya.
   “Kesa, maafin aku ya?”
   Maaf?? Aku bingung deh. Kata maaf bagiku untuk saat ini kayaknya nggak tepat. Aku malah lagi berbunga – bunga karena malam minggu ini di ajak candle light dinner.
   Ini adalah candle light dinner ke-2 buat aku sama Candra. Candle light dinner pertama waktu dia nembak aku, sebulan yang lalu.
   Yups! Usia pacaran kita udah sebulan. Kalau mau jujur sebenarnya dalam sebulan itu masa – masa pacaran kita di warnai dengan kata ‘putus – nyambung’. Dan tak jarang juga setelah aku gucapin kata putus, beberapa jam sesudahnya Candra memohon – mohon ngajak balik.
   Karena aku kasihan sama dia dan kayaknya Candra emang masih sayang sama aku, aku pun nerima dia balik. Perbedaan pendapat sering menjadi penyebab konflik di antara kita.
   “Sa, kayaknya aku nggak bisa ngelanjutin hubungan kita.”
   Aku mendongakkan keplaku yang sedari tadi menunduk. Aku bengong. Aku bingung.
   “Sa, kita……” Candra keliatan bingung buat merangkai kata – kata.
   Aku buru – buru menarik tanganku dari genggaman tangan Candra. Aku udah tahu maksud dari kata – katanya.
   Air mataku meleleh satu persatu sebelum kemudian mengalir dengan derasnya.
   Candra menghapus air mataku dengan ibu jarinya, tapi aku dengan cepat menepis tangannya.
   “Sa…”
   “Aku pengen pulang,” kataku di sela isak tangis. Suaraku terdengar parau.
#   #   #
   Dalam perjalanan pulang di mobil kita saling diam. Yang terdengar hanya isak tangisku yang makin lama makin keras.
   Aku nggak nyangka Candra tega sama aku. Belum ada seminggu dia merengek – rengek minta balik. Tapi, malam ini… aku telah menangis di buatnya.
   Yang lebih menyedihkan, Candra mutusin aku saat kita Candle light dinner. Aku baru ngerti, ternyata candle light dinner nggak melulu romantis dan nggak seromantis apa yang di bayangkan orang kebanyakan.
   Aarrgghh!!!!
   Aku pengen teriak! Aku pengen marah!
   Begitu mobil Candra berhenti di depan rumahku, aku segera turun dan membanting pintu mobil kemudian berlari masuk kamar.

Saturday, April 20, 2013

Cerpen



When Your Face in My Eyes
 By : EL's
            Satria, you deserb better. Thanks for everything. Kita putus!” kataku setelah membisu sekian menit.Satria seperti tak percaya mendengar kata – kataku barusan.
Vit, tapi ?” katanya minta penjelasan.
Aku menggeleng. Pikiranku jauh melayang, apa yang telah aku lakukan ?
 “Aku pengen pulang,” kataku.
            Di perjalanan pulang kita saling membisu. Aku sudah lega akhirnya kata putus berani ku ucapkan. Sedangkan Satria, dia hanya diam karena mungkin takme nyangka kalau kalimat itu akan keluar dari mulutku.
            Seperti biasa, Satria mengantarku sampai ke depan pintu. Tapi kali ini tanpa cium tangan. Satria sebenernya tadi mau melakukan itu, tapi aku menolaknya.
            “Kita udah putus,” jelasku.
            Satria Nampak kecewa.
#  #  #
            Satria sangat terpukul sejak kandasnya hubungan kita. Kata temen – temennya sekarang Satria jadi sensi dan agak pendiem. Aku merasa bersalah sebenernya sudah membuat dia seperti itu, tapi harus gimana lagi.
            Perasaanku sudah bukan buat Satria lagi, melainkan buat Dika. Cowok yang sudah berhasil merebut hatiku.
            Walaupun saat pertama mengenalnya, aku sudah nggak jomblo lagi, tapi rupannya dia nggak pantang menyerah begitu saja. Berkat kerja kerasnya, aku memberikan perasaanku pada Dika. Aku cinta Dika.
            Aku berharap dengan berakhirnyanya hubungan dengan Satria, aku bisa secepatnya jadian sama Dika karena sebenarnya saat aku masih bersama Satria, Dika sudah pernah nenyatakan perasaannya padaaku
#  #  #
            “Kita putus bukan berarti jadi musuh kan?” kataku saat Satria duduk didepanku.
            Satria mengangguk setuju. “Berarti walau pun udah putus, aku tetep boleh main kesini kan?”­­­­
            “Pintu  rumah
ku bakalan selalu terbuka buat kamu,” hiburku.
            Kalau mau jujur sebenarnya aku masih ada rasa sama Satria, tapi itu hanya sedikit dan selebihnya buat Dika. Mejalani hari – hari bersama Satria selama Sembilan bulan lebih tiga minggu cukup bagiku.
            “Aku perhatiin kamu akhir – akhir ini jadi pendiem deh.”
            “Aku masih sayang sama kamu Vit,” potong Satria cepat. 
            Huhhh….. aku mengambil nafas panjang. Aku udah nyakitin perasaan orang lain. Orang yang sayang banget sama aku.
            “Aku juga sebenernya masih sayang banget sama kamu, tapi untuk saat ini aku pengen sendiri dulu,” dustaku.
             Satria diam.
            “Satria di luar sana, ku rasa masih banyak cewek yang lebih dari aku. Kamu jangan kayak gini lagi ya?” mohonku.
            Pelan – pelan kepala Satria mengangguk. “Tapi, kamu masih jadi temen aku kan?”
            “Pasti,” jawabku pendek.
#   #   #
            Aku berjalan sambil sesekali kakiku menendang batu – batu kecil yang terhampar di jalanan berbatu menuju rumahku. Aku membayangkan anadai batu – batu itu adalah mukanya Dika. Benci banget aku sama dia.
            Aku menggelengkan kepalaku dengan keras. “Nggak!!” jeritku. Sedih sekali bila aku meninggat saat – saat sebelum aku dan Dika jadian.
            Siapa yang nyangka bahwa semua yang ada di mulutnya adalah bohong belaka. Sakiiitt banget bila ingat itu. Setelah putus sama Satria aku berharap segera jadian sama Dika dan menjalani  hari – hariku dengan dia , tapi kenyataanya????? NOPE!! Dika justru menjauh setelah aku mengibarkan bendera jomblo.
Dan hari ini Clara ngomong sama aku katanya Dika selama ini cuman nyenengin aku.
           
Sulit sebenarnya harus menerima kenyataan ini, tapi mau gimana lagi? Aku udah dimainin  sama Dika. Aku nggak hanya kehilangan Dika, tapi juga Satria, orang yang sebenarnya masih aku sayang, namun terpaksa aku memutuskannya demi Dika yang ternyata selama ini cuma mau mempermainkanku.
            Aaaah, aku tiba – tiba jadi merasa kangen sama Satria. Sama kasih sayang dan cintanya yang tulus buat aku.
            I still loving you Satria………..
#   #   #
            Sore ini aku udah dandan dan hmm… wangi tentunya. Satria akan ke rumahku buat ngembaliin buku catatanku.
            Aku mendengar bel pintu depan di pencet oleh seseorang. Setelah mereview penampilanku di cermin, aku membuka pintu.
            Sss..Satria…”ucapku terbata. Aku yang tadinya riang menjadi  agak terkejut.
            “Vita, kenalin ….. ini Dizka, cewek aku,” tutur Satria.
            Aku memandang cewek di samping Satria lalu senyum kepadanya. Senyum di paksakan tepatnya. Aku mempersilahkan mereka masuk dengan hati hancur. Satria ku udah jadi milik orang lain.
            Aku hanya menunduk terdiam saat mereka duduk di depanku,  oh Tuhan, inikan balasan untukku yang telah menyia-nyiakan Satria. Padahal aku tahu bahwa Satria sangat menyayangiku. Inikah balasan untukku yang hanya mengejar sinar yang berkilauan tanpa ku tahu bahwa itu hanya semu. Aku tak bisa membendung air mataku. Aku berpamitan dengan mereka berdua.
“aku kebelakang dulu ya” aku menyela mereka berdua.
Seketika aku berlari ke kamarku dan ku keluarkan semua tangisanku yang sejenak ku tahan. Aku tak mau berfikir apa yang sedang mereka lakukan. Yang ada di fikiranku aku sangatlah bodoh.
Tiba-tiba ada sesosok tangan yang membelai kepalaku.
“kamu kenapa Vit ?” aku sangat mengenal suara itu.
“Satria ? kamu ngapain disini ? e..ee...e.. aku nggak kenapa-kenapa kok, tadi mataku kena debu aja” aku sangat terkejut, aku berusaha menutupi semuanya. Aku tak ingin Satria tahu, lebih-lebih disampingnya sudah ada wanita yang saat ini menjadi kekasih Satria.
“Kamu gak perlu bohong sama aku, aku udah tahu semua, aku tahu dari temen-temen kamu, dari Dika juga, dan mamah kamu yang tiap malam telephone aku , marah-marah udah bikin kamu nangis malam-malam”. Satria memberi penjelasans sambil menggenggam tanganku.
“tapi ??? sekarang?? Kamu ??” aku masih terus menahan air mataku.
“maafin aku ya Vit, itu kakak sepupu aku, aku sengaja kayak gini , karena aku pengen tahu apakah kamu masih sayang sama aku atau gak?”
Aku tak mampu berkata-kata , tangiskupun semakin menjadi jadi. Pelukan Satria membuatku tak akan pernah lagi meninggalkannya.
“Maafin aku!” kataku lirih.
“Iya, aku selalu sayang sama kamu Vit” .


Thursday, April 18, 2013

PUISI

"Cinta mungkin akan memberi luka, tetepi luka itu yang akan membuat kita dewasa" :)



Kata-kata itu yang selalu aku jadikan motivasi untuk tetap melangkah maju menuju masa depan, walaupun banyak cinta yang menyakitkan untuk ku.
memiliki seorang kekasih yang puitis memang indah sekali, aku pernah memilikinya :). aku masih menyimpan beberapa puisi yang pernah dia kirim unutkku dan ku kirim untuknya sebelumm akhirnya kita memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri . 







Perjumpaan kita 

Pagi telah diterpa malam
waktu demi waktu melangkah dengan pasti 
tak dapat aku menghentikan atau memundurkannya
yang hanya dapat ku lakukan hanya menghitung hari 
menghitung langkahku.... 
untuk mencapaimu 
menghitung nafasku.... 
untuk menyapamu 
merangkai kata yang kan ku buat 
cerita indah saat memilikimu 

By   : RDSS,  14 Maret 2013

Terima Kasih

Tuhan, diantara semua kesedihanku
kau selipkan juga kebahagiaan 
kau hadirkan Evita 
dia membuatku menjadi punya alasan
untuk tersenyum hari ini 
apa yang lebih berarti daripada tawa ?
kalau bukan senyuman kan Tuhan ?
seperti gerimis yang lebih menyenangkan daripada hujan
sseperti berjalan yang lebih tenang
daripada berlari
dan gelap yang membuatku lebih tenang dari terang 

By : RDSS, 17 Maret 2013

Simpul 

 senyum itu membuat simpul indah
sedikit demi sedikit 
tetapi akan menjadi seuntai tali besar
dalam kisah kita berdua
tak atau ?
tatapi tali itu.....
suatu saat tetap akan rapuh karena badai 
diterpa hujan dan panas
pelukan hangat serta ketulusan hati
yang akan menguatkan untaian itu 

By : EL's, 18 Maret 2013

Ketulusan 

rindu ini diam-diam memelukku perlahan 
menyesakkan dadaku
menghangatkan jiwaku....
yang sepi karena dinginnya malam
di hari-hari yang penuh luka ini 
kau hadir dengan ketulusan 
kuhirup harumnya buaian anugerah 
mencoba mengisi hatiku 
yang masih beku 
terkunci karena tak lagi berarti 
menanti wajah yang akan mengisi setiap sisinya...
betapapun cerahnya sinar mentari
belum mampu memberi warna dihati
akankah tetesan kaih sayang akan mampu melubangi
hati yang keras ini 

By : RDSS, 18 Maret 2013

Pohon 

Tuhan...
jika pohon itu dapat berbicara 
dia pasti ingin sepertiku
senyuman hangat, tawa-tawa kecil 
genggaman tangan yang dingin...
namu terus mengalirkan ketulusan 
gerimis kecil malam ini..
 semakin membuat indah suasana
suatu hari nanti saat kita tak bersama lagi 
mungkin pohon itu yang akan terus bercerita
keindahan malam ini 


By : EL's,  20 Maret 2013